Search

15-8-1974: Tembakan untuk Presiden Korsel Meleset dan Mengenai Ibu Negara

Liputan6.com, Seoul - Pagi itu, 15 Agustus 1974, Presiden Korea Selatan Park Chung-hee sedang menyampaikan pidato memperingati hari kemerdekaan di Seoul National Theater of Korea.

Park Chung-hee tak sadar, ia sedang jadi target pembunuhan. Mun Se-gwang, simpatisan Korea Utara, berniat menghabisi sang presiden. Awalnya, pelaku berniat menembakkan senjatanya, revolver Smith & Wesson kaliber 38 di lobi teater. Namun, penglihatannya terhalang banyak orang.

Karena ia bicara bahasa Jepang, polisi mengiranya sebagai tamu undangan dan membiarkan pria itu masuk. Mun Se-gwang kemudian duduk di bagian belakang.

Saat Presiden Park menyampaikan pidatonya di depan sekitar 1.500 orang, pelaku berusaha mendekat. Namun, peluru melesat prematur yang justru melukai dirinya sendiri.

Situasi sontak panik. Para petugas keamanan bersiap meringkusnya. Merasa terpojok, Mun Se-gwang menembakkan pelurunya secara liar ke arah targetnya. Peluru keduanya menghantam sisi kiri podium di mana Presiden Park menyampaikan pidatonya.

Amunisi ketiga tak mengenai apapun, sementara pelurunya yang keempat mengenai kepala Yuk Young-soo, sang ibu negara yang kala itu sedang duduk di atas panggung. Dan, timah panas terakhirnya melewati bendera yang menghiasi bagian belakang panggung.

Sementara, sebuah peluru yang ditembakkan Park Jong-gyu, salah satu pengawal presiden memantul ke dinding dan menewaskan seorang siswi SMU, Jang Bong-hwa. Gadis 17 tahun tersebut ada di sana sebagai bagian dari kelompok paduan suara.

Setelah pelaku dibekuk, Park Chung-hee melanjutkan pidatonya, meski sang istri yang terluka parah digotong dari atas panggung. "Saya akan melanjutkan pidato saya...," kata dia seperti dikutip dari The New York Times, Selasa (14/8/2018).

Tepuk tangan membahana setelah pidatonya selesai diucapkan. Presiden Park bangkit sesuai jadwal acara, mengambil tas dan sepatu sang istri dan melangkah pergi menuju rumah sakit.

Yuk Young-soo dilarikan ke Seoul National University Hospital di Wonnam-dong di pusat kota Seoul. Dr. Shim Bo-seong, kepala departemen bedah saraf di RS itu, kemudian melakukan tindakan operasi selama pada pukul 11.00. Operasi berlangsung lima jam.

Peluru merusak pembuluh darah terbesar di sisi kanan otak korban dan tetap bersarang di otak. Operasi tidak dapat menyelamatkan hidupnya dan Ibu Negara Korea Selatan, Yuk Young-soo meninggal pada pukul 19.00.

Lima tahun kemudian, pada 26 Oktober 1979, Park Chung-hee tewas ditembak saat makan malam. Pelakunya adalah kepala badan intelijen Korsel (KCIA), Kim Jae-gyu.

Peristiwa yang dikenal sebagai insiden '10.26' mengakhiri 18 tahun kediktatoran Park Chung-hee.

"Ini adalah sebuah revolusi untuk menghidupkan kembali demokrasi liberal yang hancur oleh Park. Rakyat Korsel, silakan menikmati demokrasi yang utuh," kata Kim Jae-gyu, sebelum hukuman mati dijatuhkan kepadanya, seperti dikutip dari Korea Times.

Nasib tragis keluarga Park ternyata berlanjut beberapa dekade kemudian.

Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye dengan tangan diborgol tiba di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Korea Selatan (23/5). Park Geun-hye menjalani sidang perdana atas serangkaian tuduhan korupsi yang dialamatkan kepadanya. (Kim Hong-ji/Pool Photo via AP)

Putri mereka, Park Geun-hye, yang berusia 22 tahun saat menggantikan posisi ibunya sebagai 'ibu negara', terpilih sebagai Presiden Korea Selatan pada 2012. Ia perempuan pertama yang jadi orang nomor satu di Negeri Ginseng.

Namun, eks presiden Korea Selatan itu dilengserkan paksa bahkan divonis 24 tahun dalam kasus korupsi.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6 kalo berita kurang lengkap buka link di samping https://ift.tt/2nEIcwJ

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "15-8-1974: Tembakan untuk Presiden Korsel Meleset dan Mengenai Ibu Negara"

Post a Comment

Powered by Blogger.