Search

Badai Siklon Tropis Picu Banjir Besar di Afrika Tenggara, 115 Orang Tewas

Liputan6.com, Maputo - Badai Siklon tropis "Idai" menghantam sejumlah negara di Afrika Tenggara, menyebabkan hujan deras, banjir bandang, dan tanah longsor. Sebanyak 115 orang telah dinyatakan tewas per Kamis, 14 Maret 2019 sebagai akibat bencana.

Sedikitnya terdapat 66 korban tewas di Mozambik, 45 di Malawi, dan 4 di Afrika Selatan, menyusul hujan deras yang menyebabkan banjir bandang. Korban luka-luka hingga saat ini terhitung 111 orang, mengutip media Al Jazeera pada Jumat (15/3/2019).

Banjir tersebut telah menerjang 5.756 rumah di Mozambik, menyebabkan 141.325 orang terdampak dari total 15.467 kepala keluarga, dengan 9.763 di antaranya merupakan siswa sekolah. Bencana juga menyebabkan rusaknya fasilitas umum yakni 18 rumah sakit serta 938 ruang kelas sekolah. Sebanyak 168.000 hektar perkebunan juga turut rusak.

Sedangkan di Malawi, terdapat 141.325 orang terdampak banjir, dengan 5.756 orang kehilangan tempat tinggal.

Saat ini, peringatan bahaya telah diterbitkan oleh otoritas Mozambik dan Malawi.

"Pemerintah telah mengeluarkan tanda merah (peringatan) terkait dengan berlanjutnya hujan dan siklon tropis Idai, yang diperkirakan akan menghantam negara dari Kamis hingga Jumat," kata juru bicara kabinet Mozambik Ana Comoana, pascapertemuan kabinet di Maputo yang membahas bencana tersebut.

Sedangkan di Malawi, Departemen Meteorologi telah mengingatkan prakiraan adanya hujan lebat dan banjir di bagian selatan negara antara Kamis hingga Minggu.

Evakuasi

Saat ini pemerintah Mozambik tengah berfokus pada proses evakuasi dan penyediaan fasilitas sementara bagi para korban terdampak.

Evakuasi tanggap darurat telah diterjunkan dengan sigap sesaat setelah terjadinya banjir untuk menyelamatkan korban hidup di zona rawan.

Saat ini, telah terdapat 16 pusat pengungsian yang dibuka di Provinsi Zambezia dan Tate untuk menampung korban dengan rumah tersapu banjir. Adapun untuk menyediakan bantuan kepada korban, pemerintah mengaku membutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Pemerintah membutuhkan 1,1 miliar meticais (sekira Rp 229 miliar) untuk membantu 80.000 keluarga yang terdampak," kata Comoana.

Mozambik memang sangat rawan dengan fenomena cuaca ekstrem seperti banjir bandang. Pada 2015 lalu, 100 orang tewas akibat bencana itu, sedangkan pada 2000, korban mencapai 800 orang.

Cuaca ekstrem yang dimaksud sering kali datang bersamaan dengan fenomena siklon tropis Idai, yang terbentuk di Selat Mozambik.

Simak pula video pilihan berikut:

Angin kencang siklon gita mencapai lebih dari 200 km per jam menyebabkan sejumlah kerusakan termasuk gedung parlemen Tonga.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6 kalo berita kurang lengkap buka link di samping https://ift.tt/2Hl7ewz

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Badai Siklon Tropis Picu Banjir Besar di Afrika Tenggara, 115 Orang Tewas"

Post a Comment

Powered by Blogger.