Search

Sebut Imigran Seperti Serbuan Tikus, Puisi Ini Bikin Marah Rakyat Austria

Schilcher, yang merupakan wakil wali kota Braunau am Inn, mengatakan dia tidak bermaksud "menghina atau menyakiti siapa pun" dengan puisinya.

Dia meminta maaf karena mengabaikan "perbandingan historis" tentang hubungan tikus dan manusia.

Schilcher mengatakan puisi itu bertujuan untuk menggambarkan dinamika sosial di Austria saat ini, yang dilihat dari sudut pandang tikus -perumpaan yang merujuk kepada kelompok pendatang.

Di lain pihak, menurut Pamela Rendi-Wagner, kepala Partai Sosial Demokrat (SPÖ) yang berhaluan sayap kiri, perbandingan seperti itu merupakan "tradisi propaganda Nazi".

"Ini sama saja membangkitkan mimpi buruk yang telah membutakan nurani di masa lalu. Tidak bisa didiamkan," kritik Rendi-Wagner.

Namun, wakil kanselir sekaligus ketua Partai FPÖ, Heinz-Christian Strache, menulis dalam sebuah unggahan di Facebook, bahwa kontroversi puisi itu dimanfaatkan sebagai hasutan oleh persaing mereka menjelang pemilu Parlemen Eropa, bulan Mei ini.

Sebagai informasi, FPÖ telah berkoalisi dengan Partai Rakyat konservatif (ÖVP) Kurz sejak 2017, dan merupakan salah satu dari beberapa partai sayap kanan yang memenangkan kekuasaan di Uni Eropa.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6 kalo berita kurang lengkap buka link di samping http://bit.ly/2IPXlqD

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Sebut Imigran Seperti Serbuan Tikus, Puisi Ini Bikin Marah Rakyat Austria"

Post a Comment

Powered by Blogger.