Search

Demonstrasi Besar-Besaran Kembali Serang Rezim Nicolas Maduro di Venezuela

Liputan6.com, Caracas - Pendukung oposisi Venezuela kembali mengadakan protes massal, sehari setelah bentrokan keras dengan pasukan pemerintah.

"Kami akan terus maju dengan kekuatan lebih dari sebelumnya," kata pemimpin oposisi Juan Guaido, sebagaimana dikutip dari BBC pada Kamis (2/5/2019).

Di saat bersamaan, demonstrasi pro-pemerintah juga sedang berlangsung.

Demonstrasi saingan datang setelah Presiden Nicolás Maduro mengatakan dia telah menghentikan "percobaan kudeta" pada hari Selasa.

Guaido mengatakan bahwa dia didukung oleh anggota angkatan bersenjata, tetapi Maduro menegaskan dia masih memiliki dukungan mereka.

Dalam pidato televisi berapi-api pada hari Selasa, Maduro menuduh para demonstran melakukan "kejahatan berat" yang menurutnya "tidak akan dibiarkan begitu saja".

Maduro juga menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) sedang merencanakan perlawanan terhadapnya.

Sebagaimana diketahui, Guaido menyatakan dirinya sebagai pemimpin sementara Venezuela pada Januari lalu, dan telah diakui oleh lebih dari 50 negara, termasuk AS, Inggris dan sebagian besar di Amerika Latin.

Tetapi Maduro --yang didukung oleh Rusia, China, dan pejabat tinggi militer negara itu-- menolak menyerahkan kepemimpinan kepada kubu Guaido.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan tindakan militer "mungkin" dilakukan, tetapi Washington akan lebih memilih transisi kekuasaan secara damai.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan AS terhadap langkah-langkah "agresif" selanjutnya, karena dinilai terlalu mencampuri urusan dalam negeri Venezeula.

PBB, di sisi lain, meminta kedua belah pihak yang bertikai di Venezuela untuk melakukan "gencatan maksimum", dan memulai pembicaraan damai.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6 kalo berita kurang lengkap buka link di samping http://bit.ly/2V6V7L6

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Demonstrasi Besar-Besaran Kembali Serang Rezim Nicolas Maduro di Venezuela"

Post a Comment

Powered by Blogger.